Ya kejadia yang tidak akan pernah ku lupakan, kejadian yang membuatku harus kehilangan orang yang amat sangat aku sayangi, orang yang selalu hadir di setiap hariku, orang yang selalu ada disaat aku membutuhkanya di kala suka dan duka. Orang yang selama ini menjadi motivasi hidupku harus meninggalkanku untuk selama-lamanya.
Kini aku rapuh, tak berdaya tnpanya. Sebulan sudah kejadian itu berlalu, namun kesedihan dan luka yang mendalam masih membekas di dalam hati ini. kejadian yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Aku masih terpuruk dengan semua kejadian yang menimpaku ini, ayah begitu sedih melihatku terus menerus seperti ini, sejak almarhumah ibu meninggal ayah tak pernah melihat secercak senyum menghiasi bibir ini. Dan sejak kejadian itu pula aku menjadi pemurung, sering menyendiri dan semakin larut dalam kesedihan.
Tak ada satupun yang sanggup mengobati rasa sedihku ini, aku sangat merindukan sosok wanita penyabar, santun dan selalu menasehatiku denga kata-kata bak mutiara yang keluar dari mulut manisnya. Namun kini ia telah pergi jauh meninggalkanku dalam kesendirian dan kesedihan.
Sesekali aku begitu marah pada Tuhan yang telah memisahkan aku dengan ibuku. Aku berfikir Tuhan tak sayang padaku ini semua tidak adil bagiku, mengapa aku harus kehilangan ibu,,.?? Sosok yang amat aku cintai harus Ia ambil, kenapaaa..?? (Gumamku)
Dengan kondisiku sekarang ini sahabatku begitu prihatin padaku. Silvi, dia adalah satu-satunya sahabatku yang mampu membuatku tersenyum kembali . Dia adalah sosok wanita solelehah berkerudung bukan hanya menutupi bagian kepala saja namun juga hatinya.
Ia menyadarkanku dari keterpurukanku selama ini. ia mengatakan padaku bahwa semua kejadian yag aku alami ini adalah cobaan yang di berikan Allah padaku dan aku harus sabar dan tabah menghadapinya. Karna di balik semua kejadian ini Allah mempunyai rencana yang lebih yang tidak ada satupun yang tau itu.
Sedikit demi sedikit aku kembali pulih dari keterpurukanku. Berkat dukungan dan motivasi dari keluarga dan sahabat-sahabatku, aku mulai bisa melupakan semua kajadian itu dan memetik hikmah dari setiap kejadian yang kualami.
Aku tumbuh menjadi gadis yang tegar dalam menjalani hidup. Karna kejadian itulah aku bisa menjadi diriku yang lebih mandiri, dan aku baru menyadari bahwa inilah yang Allah rencanakan untukku. Ia memberikanku cobaan agar aku menjadi tegar dalam menjalani hidup yang penuh rintangan ini.
Perjuangan mutlak yang di butuhkan dalam menjalani hidup. Apabila Allah memberikan hidup tanpa hambatan itu akan membuat kita lemah dan akan sekuat dan sesukses ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar